Pages

proSMART Slide

M99

Senin, 18 Februari 2013

Propolis, Senjata Pamungkas Melawan Kanker



Sebuahpercobaan berhasil membuktikan propolis mampu menekan pertumbuhan tumor pada seekor tikus.
Temuan baru ini tidak lepas dari keberhasilan para ilmuan dari Pusat Medis Universitas Chicago dalam mengeksplorasi kandungan dalam propolis yang mampu menekan pertumbuhan tumor prostat. Lebih dari itu, dalam eksperimen itu juga mereka menggunakan teknik khusus yang mampu menjelaskan bagaimana propolis bekerja untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE) merupakan salah satu unsur dalam propolis yang sangat efektif dalam memperlambat pertumbuhan tumor. Tim peneliti tadi melakukan eksperimen ini pada seekor tikus yang telah dicangkokkan sel tumor prostat manusia.
Hasilnya, setelah CAPE tadi diberikan setiap hari maka pertumbuhan tumor pada tikus tadi berhenti. Namun ketika asupan CAPE itu dihentikan, sel tumor itu kembali berkembang pada ritme yang normal.
Dalam eksperimen itu juga ditemukan fakta bahwa pemberian CAPE dalam dosis rendah pun mampu memperlambat pertumbuhan tumor sampai 50 %. Namun tim peneliti ini mengarisbawahi bahwa CAPE hanya memperlambat, bukan membunuh sel tumor prostat tadi.
Para peneliti dari Universitas Chicago ini juga menggunakan teknik khusus yang mampu menjelaskan bagaimana unsur CAPE yang terkandung dalam propolis mampu menghentikan pertumbuhan sel tumor. Teknik yang diberi nama micro-western blotting ini mampu mengamati perkembangan sel dan mengamati perubahan dalam protein sel ketika unsur CAPE diberikan.
Namun dibutuhkan sekitar 40 tahun sampai akhirnya teknik ini menghasilkan pencapaian yang cukup memuaskan. Sebelumnya, terdapat teknik yang disebut traditional western blotting yang mampu memisahkan dan mengidentifikasi protein dalam sel. Sayang teknik ini dalam pelaksanaannya memakan banyak waktu, berbiaya mahal, dan menggunakan begitu banyak sampel. Padahal hanya sedikit informasi protein dalam sel yang dapat diperoleh.
Permasalahan ini baru terpecahkan dua dasawarsa yang lalu. Ketika sekelompok peneliti DNA menemukan jalan keluar bernama micro-array miniaturisasi pemecahan sel menggunakan beberapa sampel sekaligus dalam jumlah yang kecil. Teknik inilah yang kemudian diadaptasi oleh tim peneliti dari Universitas Chicago pada 2010.
M icro-western blotting memiliki kemampuan untuk memeriksa ratusan protein dalam satu sel tunggal secara bersamaan. Teknik ini juga memungkinkan para peneliti untuk menginvestigasi spektrum penuh protein dalam sebuah sel.
Dengan micro-western blotting inilah para peneliti dari Universitas Chicago menemukan jawaban bagaimana unsur CAPE yang terkandung dalam propolis mampu memengaruhi protein-protein tertentu dalam sel tumor. Menurut mereka, CAPE mampu menurunkan produksi protein sehingga sel kekurangan nutrisi dan tak dapat membelah.
Temuan ini mengindikasikan bahwa unsur CAPE mungkin sangat berguna dalam proses kemoterapi yang berguna untuk membunuh sel-sel tumor dalam tubuh. Di luar itu, pada masa mendatang micro-western blotting memiliki potensi untuk mengindentifikasi khasiat spesifik unsur-unsur dalam obatan-obatan herbal?seperti CAPE dalam Propolis? sehingga pada akhirnya dapat diterima dan dipakai dalam pengobatan moderen.
(Diolah dari artikel Neil Wagner berjudul The Latest Weapon in the War on Cancer , http://goo.gl/tr62T , 9 Juli 2012).

0 komentar:

Posting Komentar