Temuan baru ini tidak lepas
dari keberhasilan para ilmuan dari Pusat Medis Universitas Chicago dalam
mengeksplorasi kandungan dalam propolis yang mampu menekan pertumbuhan
tumor prostat. Lebih dari itu, dalam eksperimen itu juga mereka
menggunakan teknik khusus yang mampu menjelaskan bagaimana propolis
bekerja untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker.
Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE)
merupakan salah satu unsur dalam propolis yang sangat efektif dalam
memperlambat pertumbuhan tumor. Tim peneliti tadi melakukan eksperimen
ini pada seekor tikus yang telah dicangkokkan sel tumor prostat manusia.
Hasilnya, setelah CAPE tadi
diberikan setiap hari maka pertumbuhan tumor pada tikus tadi berhenti.
Namun ketika asupan CAPE itu dihentikan, sel tumor itu kembali
berkembang pada ritme yang normal.
Dalam eksperimen itu juga
ditemukan fakta bahwa pemberian CAPE dalam dosis rendah pun mampu
memperlambat pertumbuhan tumor sampai 50 %. Namun tim peneliti ini
mengarisbawahi bahwa CAPE hanya memperlambat, bukan membunuh sel tumor
prostat tadi.
Para peneliti dari Universitas
Chicago ini juga menggunakan teknik khusus yang mampu menjelaskan
bagaimana unsur CAPE yang terkandung dalam propolis mampu menghentikan
pertumbuhan sel tumor. Teknik yang diberi nama micro-western blotting ini mampu mengamati perkembangan sel dan mengamati perubahan dalam protein sel ketika unsur CAPE diberikan.
Namun dibutuhkan sekitar 40
tahun sampai akhirnya teknik ini menghasilkan pencapaian yang cukup
memuaskan. Sebelumnya, terdapat teknik yang disebut traditional western blotting
yang mampu memisahkan dan mengidentifikasi protein dalam sel. Sayang
teknik ini dalam pelaksanaannya memakan banyak waktu, berbiaya mahal,
dan menggunakan begitu banyak sampel. Padahal hanya sedikit informasi
protein dalam sel yang dapat diperoleh.
Permasalahan ini baru terpecahkan dua dasawarsa yang lalu. Ketika sekelompok peneliti DNA menemukan jalan keluar bernama micro-array miniaturisasi
pemecahan sel menggunakan beberapa sampel sekaligus dalam jumlah yang
kecil. Teknik inilah yang kemudian diadaptasi oleh tim peneliti dari
Universitas Chicago pada 2010.
M icro-western blotting
memiliki kemampuan untuk memeriksa ratusan protein dalam satu sel
tunggal secara bersamaan. Teknik ini juga memungkinkan para peneliti
untuk menginvestigasi spektrum penuh protein dalam sebuah sel.
Dengan micro-western blotting inilah
para peneliti dari Universitas Chicago menemukan jawaban bagaimana
unsur CAPE yang terkandung dalam propolis mampu memengaruhi
protein-protein tertentu dalam sel tumor. Menurut mereka, CAPE mampu
menurunkan produksi protein sehingga sel kekurangan nutrisi dan tak
dapat membelah.
Temuan ini mengindikasikan
bahwa unsur CAPE mungkin sangat berguna dalam proses kemoterapi yang
berguna untuk membunuh sel-sel tumor dalam tubuh. Di luar itu, pada masa
mendatang micro-western blotting memiliki potensi untuk
mengindentifikasi khasiat spesifik unsur-unsur dalam obatan-obatan
herbal?seperti CAPE dalam Propolis? sehingga pada akhirnya dapat
diterima dan dipakai dalam pengobatan moderen.
(Diolah dari artikel Neil Wagner berjudul The Latest Weapon in the War on Cancer , http://goo.gl/tr62T , 9 Juli 2012).





0 komentar:
Posting Komentar